Rabu 14 oktober 2009 rencananya bintang film panas asal Jepang Maria Ozawa akan berkunjung ke Indonesia. Bintang film keturunan Perancis-Jepang yang biasa dikenal dengan nama Miyabi ini rencananya akan melakukan syuting film berjudul ‘Menculik Miyabi’ selama sepekan di jakarta. Kabar ini diperoleh dari petinggi Maxima Picture,rumah produksi yang akan menggarap film tersebut. Skenario film ber-genre komedi ini rencananya akan disutradai oleh Rako Prijanto serta ditulis dan diperankan oleh Raditya Dika. Film ini menceritakan tiga orang mahasiswa yang terobsesi dengan bintang porno asal Jepang tersebut. Ketiga mahasiswa itu ingin menculik Miyabi ketika mereka tahu artis tersebut berada di Jakarta.

Apa hubungannya dengan kita ???

Sebagai sebuah negara yang masih menganut adat dan budaya timur yang menjunjung tinggi nilai kesusilaan, seyogyanya kita sebagai bangsa Indonesia merasa risih mendengar kabar tersebut. Sebuah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, bahkan disebut sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia akan didatangi seorang pemeran film panas yang terkenal di seluruh dunia. Banyak kaum muslimin menentang kedatangan artis film panas tersebut, namun tidak sedikit pula yang mendukung kedatangannya. Sedihnya lagi, diantara mereka yang mendukung kedatangan miyabi merupakan orang yang ber-KTP Islam !. Apa dasar pemikiran mereka yang menyetujui kedangan Miyabi ? Mereka berpendapat bahwa dengan datangnya Miyabi ke Indonesia dapat membawa warna baru di dunia perfilman Indonesia. Selain itu mereka juga berpendapat bahwa dengan adanya Miyabi yang bermain dalam film Indonesia dapat merubah pandangan dunia terhadap perfilman Indonesia. Ya, dapat merubah pandangan dunia bahwa Indonesia kini sudah tidak mengenal lagi adat dan budaya timur yang menjunjung tinggi nilai kesusilaan.

Sebagai umat muslim kita hendaknya berfikir jauh terlebih dahulu sebelum bertindak, apalagi tindakan yang kita ambil nantinya akan banyak berpengaruh terhadap orang lain dan masyarakat. Dalam mengambil setiap keputusan kita hendaknya memikirkan dampak positif dan negatif yang akan timbul di kemudian hari. Dalam kasus Miyabi ini apakah sudah dipikirkan keuntungan dan kerugian yang dapat ditimbulkan, pengaruh negatif khususnya, terutama bagi kaum pemuda. Sebelum datangnya berita ini kaum pemuda Indonesia sudah banyak dihadapkan kepada masalah-masalah yang dapat merusak pemikiran dan landasan serta tujuan hidupnya. Masih banyak lagi dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kedatangan Miyabi tersebut bagi bangsa Indonesia.

Akhir-akhir ini bangsa Indonesia tengah mengalami musibah secara beruntun. Belum lepas dari benak kita bagaimana dahsyatnya gempa bumi di Tasikmalaya yang banyak menelan korban jiwa, kini muncul gempa bumi di Sumatera Barat yang memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya yang juga banyak menelan korban jiwa. Pihak berwenang mengabarkan hampir seribu jiwa yang menjadi korban tewas. Apakah kita masih pantas untuk bersenang-senang dalam kemaksiatan? Pernahkah kita berfikir apakah musibah yang sedang kita hadapi ini merupakan peringatan dan hukuman bagi kita? Masih kurangkah musibah yang diturunkan Allah SWT untuk mengingatkan kita? apakah kita masih belum mau menyadari dosa dan kesalahan kita sebelum bumi Jakarta di timpa musibah? Ingatlah wahai saudaraku, musibah yang terjadi di bumi jakarta tidak hanya dengan gempa bumi, masih banyak cara lain Allah SWT memperingatkan kita. Kelaparan, wabah penyakit, banjir, kesulitan hidup, kesulitan ekonomi dapat digunakan untuk menghukum dan memperingati kita.

Dengan tulisan ini saya berharap bangsa Indonesia khususnya kaum muslimin dapat menyikapi kedatangan Miyabi dengan pikiran yang jernih dan bersandar pada ajaran agama kita masing-masing.